Sabtu, 31 Desember 2011

Shadaqah

Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)


Shadaqah Sirriyah

Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271)

Tebak-tebakan

A : Bagaimana memasukan gajah ke dalam kulkas,.
B : buka kulkasnya, masukan gajahnya.

B : sekarang bagaimana caranya memasukan kuda kedalam kulkas..??
B : keluarkan gajahnya di dalam kulkas, baru masukan kudanya.

B : sekrang kalau ada lomba berlari, siapa yang tidak hadir..??
A : kadal,
B : kok bisa..??
A : kuda lah, kan masih di dalam kulkas..


He... Happy New years,, welcome 2012

Minggu, 25 Desember 2011

belajar SUBNETING IP

Link: http://rizqtech.net/2009/03/15/menghitung-subnetting-ip/http://www.blogger.com/img/blank.gif

Selasa, 13 Desember 2011

Cerita anak

Ada sebuah kisah pada jaman sahabat, seorang anak kecil yang masih belum baligh ketika makan selalu tidak membacakan do'a. sang ibu memarahinya.
begitupun berlangsung hingga setiap hari dan sang ibu tidak bosan-bosan memarahinya,
sampai sudah beberapa tahun lamanya.

disuatu hari anak itu kelaparan, datanglah si anak itu ke meja makan. lalu anak tersebut ingat kata-kata ibunya, "kalau mau makan, berdo'a dulu".. kali ini anak tersebut mengikuti arahan sang ibu, lalu di bukalah penutup nasinya dan dia langsung makan dengan lahapnya, setelah selesai lalu dia pergi bermain.

suatu ketika sang ibu yang pada saat itu pulang dari pasar terkaget melihat berantakanya piring-piring di meja habis makan anaknya. namun dia terheran sejenak karena sebelum pergi kepasar dia sama sekali tidak masak.

lha yang masak siapa..??

Rabu, 02 November 2011

Pemilu Rakyat Hutan

Dari tahun ke tahun. Aku belum pernah mendengar Singa lengser dari raja hutan. Kutipan tulisan dibawah ini kurang lebih demikian “MUSANG SANG RAJA HUTAN”. karena penghuni hutan banyak yang berontak dan pinter-pinter sehingga singa pun lengser.

Di dalam kisahnya, Seluruh penghuni hutan bergejolak..

“Di hutan ini harus diadakan perbaikan, kita adakan reformasi di negeri ini.” katanya

Apa kata masyarakat hutan,??!!

dari tahun ke tahun, jaman kejaman yang menjadi raja adalah singa. Kata hewan yang menjadi korban dari singa, seperti kijang, kambing, Mereka berkata.

“Jangan singa terus yang menjadi raja..!!”. “nanti Kita di makan terus sama dia,..!!” Sekarang kita adakan perubahan, Kita buat partai dan pemilu. Pilih suara terbanyak dengan demokrasi.”

Pendek cerita, hasil pemilu dengan suara terbanyak singa lengser menjadi raja, sekarang yang menjadi raja adalah MUSANG. Singa bingung,.

“macam mana ini..??!

“dari jaman ke jaman saya jadi raja kok lengser, kok sekarang musang..?!!

Dalam kebingungannya sang singa itu datang ke orang bijak,.

Bagaimana ini,,??

Kata orang bijak, kalau kamu ingin jadi raja lagi, mau tidak mau kamu harus bikin partai lagi, karena sistem sekarang begitu. System apa..?? Kamu dirikan partai juga. Kalau kamu sudah punya partai, deketin kaum du’afa di negeri ini, orang-orang lemah.

Si singa bertanya lagi ke orang bijak itu..?? Siapa orang-orang lemah di negeri ini..?

Jawab orang bijak,.Nyamuk.!!

Karena nyamuk adalah kelompok yang paling lemah tetapi suaranya banyak., boleh juga,.?? Katanya.

akhirnya dia mendirikan partai dan kampanye, akhirnya nyamuk di dekaatin dan dibujuk,.

Ok… aku akan dukung. Tapi kalau menang apa janjimu kepada kami,..??

kalau aku terpilih menjadi raja, kehidupan kamu dilindungi.

Oke.. aku akan dukung,. Akhirnya Nyamuk ikut partai singa.

Tapi kata singa, kalau menunggu pemilu yang akan datang, terlalu lama.

Lalu Bagaimana caranya,.?? Kata nyamuk.

buat keributan di negeri ini, serang semua binatang-binatang siang malam. Akhirnya semua binatang diserang, Binatang tidak aman; Gajah, burung, srigala,..akhirnya semua binatang berdemontrasi ke raja Musang,. “tuan raja musang kehidupan di dunia ini tidak aman lagi”

Kenapa..?? nyamuk nyerang siang malam. lalu Bagaimana caranya ..? Ya perintahkan kepada nyamuk supaya tidak nyerang kita.

Kata raja musang. Bisa apa saya…?? Saya tidak bisa melawan mereka.

Akhirnya masyarakat musang mencari informasi, didapat lah informasi itu, bahwa nyamuk taat-nya kepada singa. Maka masyarakat musang datang kepada singa.

Tuan singa, ini nyamuk menyerang siang malam, perintahkan kepada nyamuk untuk tidak menyerang,

Kata singa, Saya bukan raja…?? Bagaimana saya perintahkan,..?? kalau saya adalah raja, saya akan segera perintahakan nyamuk untuk berhenti menyerang.

Trus bagaimana caranya..?? pilih dulu saya menjadi raja, bagaiman caranya, tusuk partai saya…

supaya kalian tidak di ganggu,, percepat pemilu..!!


……………… pendek cerita, pemilu dipercepat…………….


Akhirnya singa terpilih lagi menjadi Raja. Tapi malangnya, setelah singa menjadi raja, nyamuk tetap menyerang. Masyarakat musang demonstrasi lagi ke raja singa.

Bagaimana ini, kan sudah janji. Kalau kamu terpilih, nyamuk tidak akan menyerang…??

Kata singa,. “diem-diem saja kamu. saya sudah menyiapkan DDT (obat pembasmi naymuk)”. Kalau nanti nyamuk menyerang, semprot saja, biar mati semua.

Namun akhirnya tercium juga informasi DDT itu kepada nyamuk. demonstrasi lah semua nyamuk ke pada singa. Bagai mana ini..? katanya kami tidak akan diganggu..?

Kata raja singa. “Kamu diam-diam, Obat yang saya kasih adalah DDT palsu”, kalau kamu nanti disemprot, kamu tidak akan mati. kamu pura-pura mati saja.


……………..THE END…..


Apa kesimpulannya kalau rakyat hutan pada tulisan di atas diterapkan di system Politik negeri ini..?!!

Minggu, 04 September 2011

Cerita ramadhan

sore hari, menjelang buka puasa. aku dapat merasakan butir-butir keringat di sela-sela telingaku.
sebutir permen di lemparkan dari dalam mobil, dan wusss,.. mobil itu berlari kencang.
tanpa dia menengok apakah jalanan kosong atau penuh dengan penunggu.

aku lihat, di pinggir jalan ada tiga orang,
penunggu yang sedang gelisah hatinya sambil memegangi perut.
yaaa,.. mungkin mereka sedang lapar., mereka juga menunggu buka puasa.
tapi entah-lah, makanan apa sebagai pembukanya.?!

aku ingat mobil tadi, kencang sekali mobil itu melesat.
aku ingin mengatakan bahwa mereka tidak peduli dengan orang kecil,
tapi aku harus kuat bahwa agama mengajariku berfikiran positif.
mungkin mereka tergesa-gesa untuk buka puasa di rumah.
berkumpul dengan sanak keluarga, berbuka dengan yang manis-manis, asin, makanan ringan sampai makanan penutup.
mungkin dia anggota pemerintahan.
betulll,...betull..mereka mengejar buka puasa di rumah, mungkin baru pulang kantor.
wajar lah,..


ku hampiri tiga orang itu, dari pinggir jalan, mereka menoleh ke arah tempat makan,.. ya,. ke sebuah restoran.
mereka menoleh disetiap sela restoran, melihat orang-orang yang siap makan dari kejauhan,
ada juga yang menempel di kaca-kaca jendela.mereka hanya bermimpi makanan itu, sedikit dapat membasahi mulutnya.
semua makanan di meja itu tidak mungkin habis di makan oleh sebagian orang yang ada disana,


halah,. lucu kau,.!? bagai mana aku bisa merasakan bahwa orang bermobil itu akn peduli,.
ahh sudah lupakan saja itu,.. kau hanya terus berfikiran positif, tapi kau tidak objektif dengan kenyataan.
kau hanya bisa duduk, duduk di atas kursi kerja parlemen.
setiap hari naik dan turun dari mobil.
itu kenyataannya,..

bagaimana mereka bisa bercerita, bercengkrama ria, berbaur duduk sama rendah.
dan mereka bisa merasakan layaknya yg orang-orang pinggiran itu rasakan..
aku saja hanya bisa melihat plat nomor mobil-nya yang merahnya itu secara sekilas.
tak lebih,..!!

ahhhm,, akupun harus segera berbuka,.10 menit lagi.
sudah,. biarkan saja mereka dengan kebiasaannya,.
huuuhh,.!!! mereka akan malas kalau terus diberikan belas kasihan.
sudah...!! sudahhhh,.. tinggalkan saja mereka.

namun, setelah 2 langkah kaki. terasa bisikan kecil didalam hati,
apa yang kau lalukan..?!!
kalaukau lakukan itu, apa bedanya kamu dengan mereka.,?!

ahhh, siapa kau,..?! apakah ini nurani. kenapa aku selalu ada saat aku berontak,
terkadang fikiranku tidak sejalan denganmu,. sudahh..sudah pergi kau..!!?

yaaa betul... aku nurani.!! mau apa kau,.?
bukankah senyum mereka adalah senyum yang penuh harapan,..??
senyum yang sudah lama mereka pendam,.?!
senyum ikhlas dari dalam hati, bukan senyum semu yang aku saksikan saat ini.
kita mungkin lapar selama sebulan , tapi mereka mungkin kelaparan tiap hari.



apakah itu peringatan atau sedang menyadarkan,..??
sumpah aku tidak tahu, yang aku rasakan dari mereka
adalah, derita dalam hidupnya adalah tanda sayang Tuhan kepadanya.
Lalu aku ...!!
...
...
...
diam saja,?!!..lalu kemana saja aku selama ini,.??
aku harus segera bangun..!!

Dimana ini..??


....................................

Jumat, 01 April 2011

Kewajiban sholat jum'at dan shalat berjamaah buat laki-laki

Shalat Jum’at dan shalat berjamaah hukumnya wajib bagi laki-laki, dalilnya sebagai berikut :

1. Allah berfirman :


“Hai orang-orang yang beriman, apabila sudah dipanggil untuk mengerjakan shalat pada hari Jum’at maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al-Jumuah : 9).


2. Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at tiga kali karena sengaja meremehkan, maka Allah mencap hati orang itu sebagai orang munafik.” (HR Ahmad).

3. Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Sungguh aku bermaksud memerintahkan anak-anak muda mengumpulkan kayu bakar kemudian saya mendatangi orang-orang yang shalat dirumahnya (tidak berjamaah di masjid) tanpa ada alasan (yang menghalangi mereka) lalu saya bakar rumah-rumah mereka.’ (HR Muslim).


4. Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Barangsiapa mendengar adzan tetapi tidak mau datang ke masjid maka shalatnya tidak sempurna kecuali ia sedang udzur.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).


5. Ada seorang buta menghadap Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam dan bertanya :“Ya Rasululloh saya tidak punya orang yang membimbing saya untuk datang ke masjid. Apakah saya boleh tidak datang ke masjid? Maka Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam membolehkannya. Tetapi setelah orang buta itu mau pulang Rasululloh bertanya : Apakah kamu mendengar adzan? Ya. “jawabnya. “Kalau begitu datanglah ke masjid untuk shalat berjamaah.” (HR Muslim).


6. Abdullah bin Mas’ud berkata :

“Apabila besok ingin bertemu Rasululloh dalam keadaan muslim, maka kerjakanlah selalu shalat lima waktu apabila mendengar adzan. Karena Allah mensyari’atkan tradisi yang berasal dari hidayah (sunana alhuda) dan shalat lima waktu itu merupakan tradisi tersebut. Seandainya kamu shalat lima waktu di rumahmu seperti orang yang tertinggal di rumah, maka itu berarti kamu telah meninggalkan sunnah Nabimu. Dan kalau kamu meninggalkan sunnah Nabimu maka kamu akan sesat. Dan saya telah melihat tidak ada orang yang mengerjakan shalat di rumah kecuali orang-orang yang jelas munafik. Padahal ada seorang yang dipapah oleh dua orang untuk shalat berjamaah di masjid agar bisa bersama-sama shalat di shaff.” (HR Muslim).


KEUTAMAAN SHALAT JUM’AT DAN SHALAT BERJAMA”AH

1. Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam“Barangsiapa mandi, setelah itu pergi untuk shalat Jum’at, kemudian ia shalat sunnah semampunya, lalu diam mendengarkan imam berkhutbah sampai selesai, dilanjutkan shalat Jum’at bersamanya, maka diampuni dosa-dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at yang lain, ditambah lagi dengan tiga hari lainnya. Dan barangsiapa memegang-megang batu kerikil maka telah sia-sia (shalat Jum’atnya).” (HR Muslim).


2. Sabda Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub, lalu pergi (untuk shalat Jum’at), maka seakan-akan berkurban dengan seekor unta, barangsiapa pergi (untuk shalat Jum’at) pada saat kedua, maka seakan-akan berkurban dengan seekor sapi, barangsiapa pergi (umtuk shalat Jum’at) pada saat ketiga, maka seakan-akan berkurban dengan seekor biri-biri bertanduk. Barangsiapa pergi (untuk shalat Jum’at) pada saat keempat, maka seakan-akan berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa pergi (untuk shalat Jum’at) pada saat kelima, maka seakan-akan berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar, datanglah para Malaikat mendengarkan khutbah.” (HR Muslim).


3. Sabda Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam“Barangsiapa shalat Isya’ berjamaah maka bagaikan shalat tahajjud setengah malam, dan barangsiapa shalat subuh berjamaah maka bagaikan shalat tahajjud semalam suntuk.” (HR Muslim).


4. Sabda Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam

“Shalat seorang dengan berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat di rumahnya, dan shalat di pasarnya. Hal itu karena bila seorang berwudhu dengan sempurna, kemudian datang ke masjid, tidak ada yang mendorongnya kecuali shalat dan tidak menghendaki selain shalat, maka tidak ada satu langkah yang diayunkannya melainkan telah diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan, sampai dia masuk ke dalam masjid. Apabila telah masuk ke dalam masjid, maka dia berada dalam keadaan shalat selama shalat itulah yang menahannya, dan para malaikat mendo’akan untuknya selama dia berada dalam masjid tempat shalatnya, seraya mengatakan : “Ya Allah limpahkan rahmatmu kepadanya, ya Allah ampunilah dia, ya Allah terimalah taubatnya.” Mereka mendo’akan untuknya, selama dia tidak menyakiti (orang lain) dan tidak berhadats ketika berada di dalam masjid itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Disinilah Letak PRESTASI MANUSIA Yang Sesungguhnya

Bagi seorang Muslim, memahami untuk apa dan harus menjadi apa dia dalam hidup ini adalah sebuah keniscayaan. Artinya kita setuju atau tidak, memang begitulah kenyataannya. Hal inilah yang akan membantu untuk memilih jenis karya besar apa yang seharusnya dipersembahan kepada Sang Khalik.

Sesuatu yang betul-betul bakal menyita seluruh waktu hidup miliknya. Ia akan menjadi parameter dalam bermuhasabbah, sumber inspirasi dalam melangkah, sebagai tenaga cadangan manakala dihadang rasa lelah dan teman setia tatkala sendirian. Dia akan mengenali jati dirinya dari perenungan yang mendalam terhadap ayat : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu” (adz Dzariyat : 56).

Simpul dari serentetan perenungan bahwasanya masalah hidup setelah mati adalah masalah besar dan sangat penting dalam hidup karena kepada-Nya lah segalanya akan bermuara.

Sehingga bagi seorang muslim, seharusnya menjadi seorang ahlu ibadah (‘abid) adalah puncak keinginan. Ahlu ibadah yang benar-benar berpegang teguh kepada ilmu dan kebenaran. Tentu saja bukan berarti mengesampingkan bagian dunianya yang telah ditetapkan oleh Allah.

Alhasil ia merupakan muslim yang berjalan di muka bumi ini, tapi hati dan akalnya terikat dengan kehidupan kekalnya. Ia mengikatkan diri dengan ketentuan syari’at dalam setiap aktifitas kehidupannya.

Berkaca dari ayat tersebut, seorang muslim akan memegang konsekuensi logis yang membuatnya beda dengan manusia lain.

Ia akan memahami bahwa dalam hidup prestasi yang paling bernilai di hadapan Allah adalah ibadah itu sendiri, sebuah standar nilai yang tidak bisa ditawar lagi. Hal ini membuatnya mengerti tentang apa yang seharusnya ia lakukan, apa yang harus ditinggalkan dan ia tidak ragu-ragu dalam menentukan pilihannya.

Ia sadar bahwa hidup hanya sekali, kesempatan tidak datang dua kali sehingga ia tidak berani berspekulasi menyia-nyiakan waktu dan kondisinya untuk berbuat yang tidak bermanfaat bagi kehidupan kekalnya. Ia senantisa menjaga dirinya dari penyimpangan/maksiat dan tidak terpedaya dengan aneka ragam capaian-capaian duniawi tanpa iman.

Sehebat apapun orang-orang menyebutnya,
Seindah apapun tampilannya,
Sebanyak apapun pengikut dan pemujanya,
Serta sekeras apapun gaung yang bergema.

Tidak akan pernah sempat menyesali dan mempersoalkan takdir kauniyah Allah pada dirinya, sesuatu yang terbukti telah sering menyesatkan manusia. Penyesalan dan penolakan terhadap masalah ini akan membawa pada perasaan tidak puas dan pengingkaran terhadap nikmat Allah, dan baginya hanya ada dua pilihan untuk menyikapinya, bersyukur atau bersabar sembari terus berusaha/tawakkal.

Baginya kemasyuran, status sosial, ketampanan/kecantikan, kekayaan, kecemerlangan otak dan pengakuan orang lain atas apa yang ia lakukan, tidaklah sebanding dengan keberhasilannya sebagai hamba Allah.

Sebaliknya, tidak terkenal, miskin, tidak menarik secara fisik, tidak banyak pengikut dan dianggap fundamentalis, tidak menyurutkan langkahnya untuk beribadah dan berjuang mencapai prestasi tertinggi di sisiNya. Sudah jelas baginya parameter yang dia gunakan untuk segala aktifitasnya, satu-satunya keinginan yakni mendapatkan ridha Allah.

Ia akan senantiasa menilai orang lain dari sisi yang paling adil, yakni ketakwaaannya.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa” (Al Hujuraat : 13)

Ia bukanlah orang yang memisahkan diri dari lingkungannya. Ia paham bahwa orang lain adalah mitra dalam perolehan amal shalih. Ia senantiasa berusaha memandang orang lain dari prestasi ibadahnya, tanpa melihat kepada ukuran-ukuran duniawi yang diskriminatif dan sempit serta terlihat tidak substansial alias palsu.

Dia kagumi orang/tokoh sejarah yang telah terbukti menorehkan prestasi emas peribadatan kepada Allah, dan ia berusaha untuk memperpanjang deretan “manusia-manusia” tersebut.

Sebaliknya, ia akan menganggap remeh dan kecil tokoh-tokoh “besar” yang sebenarnya bukan apa-apa dalam kacamata Dien dan Iman. Dari situ seharusnya seorang muslim bisa memilih. Dengan siapa ia akan menghabiskan usianya, memberikan loyalitasnya, dan berlepas diri dari segala pernak pernik etnis maupun geografis.

Itulah kompetisi dalam hidup, sehingga ia akan sangat memahami bahwasanya manusia-manusia yang memperturutkan hawa nafsunya dan mencapekkan diri untuk berebut kue dunia dengan menghalalkan segala cara, sungguh mereka sebenarnya tidak pernah mencetak prestasi apa-apa.

Sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2010/12/inilah-prestasi-manusia-yang-sebenarnya.html

Lagu Sunda

1. Jang, Mawar Bodas, Dina Amparan sajadah,

2. kustian : anak jalanan, ema.

3. Doel sumbang : Pepeling,


Jumat, 11 Maret 2011

LINK BERMANFAAT


Minggu, 06 Februari 2011

AL - Muzammil

Wahai orang yg berselimut…
Bangunlah malam..dan tidurlah sedikit.
Dan tidurlah kamu secukupnya pada bagian malam awal.
Terutama usahakan kamu bangun setelah setangah malam terakhir..
Atau lebih dari itu…
Atau pada bagian terakhir menjelang fajar..
.....

Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..

Rabu, 02 Februari 2011

muhasabah

Tanya pada hati,, Kalau semua milik-Nya, apa sebenarnya yang aku ada..?!

Selasa, 01 Februari 2011

dari Blog tetangga,.

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa, baik dosa besar maupun kecil. Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, radhiallahu ‘anhum ajma’iin, sebagian besar adalah orang-orang yang dulunya melakukan banyak dosa dan kemaksiatan. Namun setelah masuk Islam serta mendapat bimbingan langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akhirnya merekapun menjadi orang-orang yang menjadi panutan seluruh umat Islam sampai hari kiamat nanti.

Aku Memohon perlindungan Alloh SWT, dari semua yg menyesatkan.,

....>

dari 73 golongan, hanya satu yang selamat (Al-Firqatun Najiyah)

Ada beberapa contoh-contoh mengenai golongan yang tidak selamat ini, diantaranya :

- Para ahlul bid’ah, yaitu mereka yang membuat syari’at-syari’at baru dalam agama, dan menganggap baik sebuah urusan/ibadah, padahal asalnya bukan dari Islam.
- Para pelaku kultus, yaitu mereka yang terlalu mengkultuskan beberapa individu-individu ulama dan terlalu mencintainya melebihi cintanya kepada Allah dan rasulNya
- Para ahli filsafat, yaitu mereka yang terlalu mengedepankan logikanya, sehingga mereka menganggap Allah dan makhlukNya merupakan satu kesatuan.
- Para pelaku dan pengikut nabi palsu (Ahmadiah, Lia aminuddin, musailamah, dll)
- Para pencaci sahabat radhiAllahu ‘anhum
- Dan lain-lain, yang tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

wAllahu a’lam bishshawwab.


http://www.insanislam.com/dijawab-ustadz/40-jual-beli/111-investasi-cepat-untung-besar.html

Minggu, 30 Januari 2011

Ayah..

kriput tulang pipimu gambran perjuangan , Ebite G Ade

Sabtu, 29 Januari 2011

Hidup tinggal menunggu giliran,.. Perlu ingat mati

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang di pimpinnya...

"Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS Al-Ankabut[29] : 64)

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanya kesenangan yang menipu." (QS Al-Hadid[57] : 20)

yang dimaksud permainan dalah sesuatu yang melalaikan dan tidak bermanfaat.

"Hiduplah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melewati sebuah jalan. " (HR Bukhari)

Kamis, 27 Januari 2011

link

http://belajarpowerpoint.blogspot.com/2010/01/powerpoint-2010.html

Selasa, 25 Januari 2011

Fungsi Shalat Tahajjud

Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.? (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831)

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah


Menurut keterangan Said Ibnu Yazid, Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat malam 13 raka’at dengan tata cara sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758)

“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Senin, 24 Januari 2011

Negri langit biru, "Rakyat Jelata"

Sudah beberapa minggu aku berada di desa ini. Hening. Tidak melakukan banyak hal yang berarti. Hanya berkeliling beberapa kali ke desa-desa sebelah atau mengeksplorasi dalam desa. Bersosialisasi banyak kulakukan di kedai-kedai saja.

Ini memang kedatangan yang sangat hening. Kedatangan yang tidak dielu-elukan.

Berbeda dengan sorotan-sorotan media terhadap Gerakan Indonesia Mengajar dan para Pengajar Muda yang sangat gegap gempita sebelum keberangkatan kami. Berbeda dengan kemegahan yang kami peroleh dari berbagai macam pihak sebelum kepergian kami. Berbeda dengan reaksi-reaksi berbagai lapisan masyarakat yang begitu riuh mendukung gerakan ini.

Tidak ada sambutan. Tidak ada perkenalan publik. Tidak ada pesta penyambutan. Tidak ada warga yang berbondong-bondong melihat siapa yang datang. Tidak ada rebanaan. Tidak ada potong-potongan, mulai dari potong pita, potong kambing, potong lembu, potong kue, potong kuku ataupun potong rambut.

Tidak ada yang tahu.

Aku sama sekali tidak menginginkan sambutan yang besar-besaran, yang terlalu berlebihan. Sebetulnya aku agak sedikit bersyukur tidak ada sambutan besar-besaran seperti ini karena aku tidak ingin dianggap sebagai orang yang sangat penting karena datang ke tempat ini, faktanya aku hanyalah orang kota yang biasa saja, sama sekali belum pernah mengecap kehidupan desa.

Hal ini menempatkanku dan Rangga dalam kondisi tanpa ekspektasi, tanpa harapan dari masyarakat desa. Kami para Pengajar Muda diharapkan untuk melakukan pengembangan-pengembangan dalam masyarakat sebagai bentuk pembelajaran masyarakat. Akan tetapi, dalam kondisi ini tentunya lebih sulit bagi kami. Jangankan pengembangan pada masyarakat, pengembangan pada sekolah saja belum tentu dapat kami lakukan dalam waktu dekat.

Mengapa?

Karena kami adalah Rakyat Jelata. Di sini kami adalah rakyat jelata, sama seperti saat kami di kota. Jauh dari ekspektasi masyarakat yang menganggap kami orang-orang hebat, yang dapat membawa perubahan pada lokasi-lokasi penempatan kami. Tidak. Tidak begitu.

Kami bukanlah manusia super. Kami bukanlah orang-orang hebat yang didengar. Kehadiran kami bahkan tidak terlalu dirasakan, seberapapun sering kami berinteraksi dengan masyarakat. Kami tidak bisa mengusulkan kepada mereka program-program ciamik yang dapat digunakan untuk pengembangan masyarakat, karena kami bukan siapa-siapa.

Kami pun memutuskan untuk bertindak hening. Tidak perlu terlalu bergerak cepat menginginkan perubahan yang sangat besar, meminta mereka untuk bersikap baik kepada kami. Kami memilih untuk bergerilya. Bergerak dalam bayangan dengan menjadi guru yang baik, penduduk yang baik, mendapatkan kepercayaan masyarakat, baru kemudian kami memcoba untuk membimbing menuju program-program pembelajaran masyarakat.

Kami juga mencoba untuk sesedikit mungkin menggunakan label Indonesia Mengajar. Selain penduduk daerah ini juga belum tentu tahu karena keterbatasan informasi, kami juga ingin bisa menjadi rakyat seutuhnya. Kalau ada yang ingin diubah atau dikembangkan dari sebuah masyarakat, maka kami ingin melakukannya sebagai orang biasa. Ini adalah sebuah prinsip yang baru saja kutemui dalam perjalanan hidupku.

Jika pemimpin ingin melakukan perubahan pada rakyatnya, maka mulailah dengan menjadi masyarakat itu sendiri.

Aku telah ditempa 2 bulan di asrama dan 2 bulan di lokasi, dan baru sekarang aku memahami arti seutuhnya dari Grass-root Understanding. Inilah apa yang aku sangat cari selama ini. Inilah alasan mengapa aku bergabung dengan Indonesia Mengajar. Aku ingin menjadi bagian dari masyarakat secara utuh, tanpa harus membedakan status dan latar belakang. Aku belajar memimpin, dengan menjadi masyarakat. Bukan Top-down atau Bottom-up, tetapi sebuah Horizontal View di mana siapa pun tak pernah melihat ke atas atau ke bawah, tetapi bersama-sama melihat secara horizontal, sejajar, paralel. Inilah Grass-root Understanding, setidaknya bagi diriku. Itulah yang aku cari. Itu gaya kepemimpinan yang ingin kumiliki.

Jadi inilah kondisi kami, kondisi yang membuktikan betapa kami bukan manusia super, betapa kami sebenarnya tetap hanyalah manusia biasa, rakyat biasa. Kami ingin belajar menjadi masyarakat secara seutuhnya, yang mungkin terkadang dilupakan oleh mereka yang memimpin negeri ini, memimpin dunia ini.

Aku dan Rangga, setidaknya kami berdua ini karena aku tidak tahu kondisi kawan-kawan di luar sana, mencoba hanya akan mengeluarkan istilah Indonesia Mengajar pada waktu-waktu tertentu saja bila memang diperlukan. Selebihnya biarlah kami menjadi rakyat jelata biasa karena memang inilah tantangan bagi kami. Mungkin tidak bisa instant From Zero to Hero, mungkin tidak banyak yang bisa kami lakukan dalam setahun ini, tetapi setidaknya kami mencoba untuk belajar menjadi masyarakat seutuhnya, menjadi pemimpin yang bermasyarakat.

Dan perjalanan ini dimulai kembali…

;;

copas dari note indonesia mengajar

Cerita ibu

Aku mulai sebuah cerita dari tulisan ini, saat aku menginjak dewasa. Ibuku mulai terbuka ceritanya Sesaat setelah aku dilahirkan:

“Ibu tersenyum, ayahmu langsung mendekat dengan wajah binar, matanya berkaca-kaca bangga. Namun kau terus menangis keras seperti tidak terima dengan lingkungan baru, dunia yang fana. Dibalik jendela, berhembus suara-suara pelan “anaknya laki-laki, seorang satria” suasana di luar ramai dengan takjim hamdalah.

Ayahmu langsung menengok ibu, dia memandangku dengan penuh haru, mungkin karena melihat perjuangan ibu, dan teringat saat nenekmu melahirkan ayahmu dulu. Semua menjadi sunyi senyap kecuali tangismu saja yang terseak-seak mendominasi suasana. jendela, dinding, pintu dan semua ruangan menyaksikannya detik-detik itu.

Tak lama dari itu ayah langsung memegangmu erat, didengarkanlah nama Tuhan dan azan di dekat telingamu. hatinya berdo’a, begitupun ibu.

Ibu masih lelah seakan tenaganya habis, ibu hanya bisa tersenyum. tak bisa lebih dari itu. Untuk sebuah ibu, perjuangan terbesarnya adalah saat melahirkan anak. Apalagi dilakukan suatu hal yang tidak biasa karena pertama kalinya dialami. Proses lelahirkan memerlukan kondisi ibu dalam keadaan fit, saat ketuban pecah. Dinisilah diperlukan proses siaga.

Ibu mengalaminya sehari namun seperti setahun merasakanya, Belum lagi ditambah resiko menjadi seperti orang-orang yang di ceritakan. Seorang ibu bisa meninggal saat melahirkan. Tapi orang-orang beranggapan bahwa setiap wanita adalah kokoh, kuat dan super. Seperti itulah yang tampak dari luar. Tapi saat itu Ibu rasakan sebaliknya, Aku penuhi dunia dengan penuh ceria.”

Kaulah surgaku nak, untuk saat ini dan selamanya…

Petuah Orang Tua

Jadilah seorang kakak sekaligus orang tua untuk adik-adikmu.

Kalau ada yang berseteru di dalam keluarga, jadilah hakim di antara keduanya. janganlah terhasut membela seseorang yang belum tahu duduk persoalannya., jangan membuat dugaan menjadi sebuah fakta.

Selasa, 18 Januari 2011

Do'a..

Semoga Alloh SWT selalu menuntunku untuk memberikan petunjuk.

Siapa yang beriman kepada Alloh SWT hatinya selalu diberi petunjuk.

Berjalanlah dengan tenang di muka bumi ini, dengan ikhlas dan rendah hati...

manusia hanya bisa mengeluh dan mengeluh..., Itulah

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab :
“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

Jumat, 14 Januari 2011

Tanah Airku "Ibu Soed"

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Kamis, 13 Januari 2011

Ngintip dapur rumah makan

http://resepmasakanmu.com/category/uncategorized/cumi

http://reseppedia.com/category/resep-masakan

Minggu, 09 Januari 2011

Masih Cerita Ibu...

Hampir sembilan bulan usia kandunganku.

Aku sempat menyerah dan mengeluh. Akankan tubuhku ini bisa kokoh menopang isi perutku yang selalu bergerak dan terkadang menendang-nendang,?? remuk rasanya.!! Tapi tak jauh aku berfikir, aku jalani saja. Semuanya badanku membengkak, kakiku seperti kaki gajah, jauhhh dari kata elok atau langsing seperti muda dulu.

Kali ini, Badanku merasa serba salah. Aku gak bisa lari, gak boleh jalan-jalan, tidur terus gelisah, bahkan tidurpun gak bisa terlentang. Aku hanya bisa tidur dengan posisi miring kekanan ataupun kekiri. Terkadang bahu tangnku sampai linu karena setiap hari herus menopang berat badanku. rasanya aku terpenjara oleh tubuhku sendiri.

Aku ingin mengistirahatkan terus tubuh ini, selonjorang di atas kasur dalam waktu yang lama. Dengan cara itu, mungkin disanalah aku mendapatkan kenyamanan. Namun menurut Cerita orang-orang dulu, usia hamil tua harusnya sering olahraga seperti jalan-jalan pendek supaya posisi bayi memudahkan kelahiran. Disinilah aku mulai menurut, karena aku takut terjadi apa-apa dengan bayiku.

Disampingku, ayahmu menemaniku. Sekilas, Aku sedikit menyaksikan wajah ayahmu seperti wajah kurang tidur. Tak banyak dia berbicara ketika itu hanya diam kemudian menuruti apa-apa yang ku suruh. Dia mengerti apa yang aku keluhkan, ikut merasakan. Ibu jadi serba salah,

Saat-saat itu emosi ibu menumpuk pikuk, seperti ada yang mengganjal dari hari ke hari. terpaksa unek-unek itu ibu keluarkan kepada ayahmu, hanya kepada ayahmu.!!..padahal ibupun tidak ingin melakukannya. Di suatu sisi ibu merasa lemah untuk menopang badan sendiri, disisi lain ibu tidak berdaya melawan sakit tubuh ini.

Akhirnya air mata ibu pun ikut menetes tak terasa.

Semua keinginanku, egoku, semuanya aku kesampingkan dulu.

Sangat panjang kalau semuanya ditulis dalam untaian cerita derita.

Namun tak lama sesaat kau lahir, cerita derita yang lalu semuanya seperti mimpi…

Tak berbekas, hanya indah tersisa.

di sinailah Ibu dan Ayahmu mulai bisa tersenyum,

karena mendengar teriak tangisan-mu yang sudah lama Ibu tunggu-tunggu.

suara kaulah Anakku.


Cont...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com