kriput tulang pipimu gambran perjuangan , Ebite G Ade
Category
- ... (1)
- air mataku akan menetes (1)
- Ayat AL-Qur'an (2)
- cerpen (7)
- cerpen kmm (1)
- DIDI KEMPOT CAMPUR SARI (1)
- Ibu. ibu. ibu (1)
- Introspeksi diri (1)
- ketika melihat beliau terbaring sakit. (1)
- Mengingat-ingat (1)
- mengingat-ingat hak orang lain... (1)
- menjelang Ramadhan (1)
- menyambut bulan ramadhan (1)
- motivasi (3)
- muhasabah (1)
- muhasabah... (1)
- mungkin byk planet di luar sana. (1)
- Next Destination (1)
- pengingat-ingat (1)
- petuah. (1)
- Ramadhan (2)
- Ramadhan ohhh ramadhan (2)
- renungan (1)
- Resep-resep masakan (1)
- Sebuah mimpi yg diusahakan (1)
- self motivation (2)
- Server Mikrotik (1)
- sholat lail (1)
- suku tambus(suku laut) di kepulauan riau (1)
- tebak-tebakan (1)
- Tuhan maha segalanya (1)
Mengenai Saya
- garuda
- tanyakan kpd tmn2 terdekatku.lalu ceritakan kepada saya. kalau kau tahu aku sedikit, jangan menduga-duga.
Pengikut
Speed test
Minggu, 30 Januari 2011
Ayah..
Diposting oleh
garuda
di
05.35
0
komentar
Sabtu, 29 Januari 2011
Hidup tinggal menunggu giliran,.. Perlu ingat mati
Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang di pimpinnya...
"Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS Al-Ankabut[29] : 64)
Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanya kesenangan yang menipu." (QS Al-Hadid[57] : 20)
yang dimaksud permainan dalah sesuatu yang melalaikan dan tidak bermanfaat.
"Hiduplah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melewati sebuah jalan. " (HR Bukhari)
Diposting oleh
garuda
di
23.59
0
komentar
Label: pengingat-ingat
Kamis, 27 Januari 2011
link
http://belajarpowerpoint.blogspot.com/2010/01/powerpoint-2010.html
Diposting oleh
garuda
di
22.12
0
komentar
Selasa, 25 Januari 2011
Fungsi Shalat Tahajjud
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.? (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831)
Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
Menurut keterangan Said Ibnu Yazid, Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat malam 13 raka’at dengan tata cara sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758)
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Diposting oleh
garuda
di
09.03
0
komentar
Senin, 24 Januari 2011
Negri langit biru, "Rakyat Jelata"
Sudah beberapa minggu aku berada di desa ini. Hening. Tidak melakukan banyak hal yang berarti. Hanya berkeliling beberapa kali ke desa-desa sebelah atau mengeksplorasi dalam desa. Bersosialisasi banyak kulakukan di kedai-kedai saja.
Ini memang kedatangan yang sangat hening. Kedatangan yang tidak dielu-elukan.
Berbeda dengan sorotan-sorotan media terhadap Gerakan Indonesia Mengajar dan para Pengajar Muda yang sangat gegap gempita sebelum keberangkatan kami. Berbeda dengan kemegahan yang kami peroleh dari berbagai macam pihak sebelum kepergian kami. Berbeda dengan reaksi-reaksi berbagai lapisan masyarakat yang begitu riuh mendukung gerakan ini.
Tidak ada sambutan. Tidak ada perkenalan publik. Tidak ada pesta penyambutan. Tidak ada warga yang berbondong-bondong melihat siapa yang datang. Tidak ada rebanaan. Tidak ada potong-potongan, mulai dari potong pita, potong kambing, potong lembu, potong kue, potong kuku ataupun potong rambut.
Tidak ada yang tahu.
Aku sama sekali tidak menginginkan sambutan yang besar-besaran, yang terlalu berlebihan. Sebetulnya aku agak sedikit bersyukur tidak ada sambutan besar-besaran seperti ini karena aku tidak ingin dianggap sebagai orang yang sangat penting karena datang ke tempat ini, faktanya aku hanyalah orang kota yang biasa saja, sama sekali belum pernah mengecap kehidupan desa.
Hal ini menempatkanku dan Rangga dalam kondisi tanpa ekspektasi, tanpa harapan dari masyarakat desa. Kami para Pengajar Muda diharapkan untuk melakukan pengembangan-pengembangan dalam masyarakat sebagai bentuk pembelajaran masyarakat. Akan tetapi, dalam kondisi ini tentunya lebih sulit bagi kami. Jangankan pengembangan pada masyarakat, pengembangan pada sekolah saja belum tentu dapat kami lakukan dalam waktu dekat.
Mengapa?
Karena kami adalah Rakyat Jelata. Di sini kami adalah rakyat jelata, sama seperti saat kami di kota. Jauh dari ekspektasi masyarakat yang menganggap kami orang-orang hebat, yang dapat membawa perubahan pada lokasi-lokasi penempatan kami. Tidak. Tidak begitu.
Kami bukanlah manusia super. Kami bukanlah orang-orang hebat yang didengar. Kehadiran kami bahkan tidak terlalu dirasakan, seberapapun sering kami berinteraksi dengan masyarakat. Kami tidak bisa mengusulkan kepada mereka program-program ciamik yang dapat digunakan untuk pengembangan masyarakat, karena kami bukan siapa-siapa.
Kami pun memutuskan untuk bertindak hening. Tidak perlu terlalu bergerak cepat menginginkan perubahan yang sangat besar, meminta mereka untuk bersikap baik kepada kami. Kami memilih untuk bergerilya. Bergerak dalam bayangan dengan menjadi guru yang baik, penduduk yang baik, mendapatkan kepercayaan masyarakat, baru kemudian kami memcoba untuk membimbing menuju program-program pembelajaran masyarakat.
Kami juga mencoba untuk sesedikit mungkin menggunakan label Indonesia Mengajar. Selain penduduk daerah ini juga belum tentu tahu karena keterbatasan informasi, kami juga ingin bisa menjadi rakyat seutuhnya. Kalau ada yang ingin diubah atau dikembangkan dari sebuah masyarakat, maka kami ingin melakukannya sebagai orang biasa. Ini adalah sebuah prinsip yang baru saja kutemui dalam perjalanan hidupku.
Jika pemimpin ingin melakukan perubahan pada rakyatnya, maka mulailah dengan menjadi masyarakat itu sendiri.
Aku telah ditempa 2 bulan di asrama dan 2 bulan di lokasi, dan baru sekarang aku memahami arti seutuhnya dari Grass-root Understanding. Inilah apa yang aku sangat cari selama ini. Inilah alasan mengapa aku bergabung dengan Indonesia Mengajar. Aku ingin menjadi bagian dari masyarakat secara utuh, tanpa harus membedakan status dan latar belakang. Aku belajar memimpin, dengan menjadi masyarakat. Bukan Top-down atau Bottom-up, tetapi sebuah Horizontal View di mana siapa pun tak pernah melihat ke atas atau ke bawah, tetapi bersama-sama melihat secara horizontal, sejajar, paralel. Inilah Grass-root Understanding, setidaknya bagi diriku. Itulah yang aku cari. Itu gaya kepemimpinan yang ingin kumiliki.
Jadi inilah kondisi kami, kondisi yang membuktikan betapa kami bukan manusia super, betapa kami sebenarnya tetap hanyalah manusia biasa, rakyat biasa. Kami ingin belajar menjadi masyarakat secara seutuhnya, yang mungkin terkadang dilupakan oleh mereka yang memimpin negeri ini, memimpin dunia ini.
Aku dan Rangga, setidaknya kami berdua ini karena aku tidak tahu kondisi kawan-kawan di luar sana, mencoba hanya akan mengeluarkan istilah Indonesia Mengajar pada waktu-waktu tertentu saja bila memang diperlukan. Selebihnya biarlah kami menjadi rakyat jelata biasa karena memang inilah tantangan bagi kami. Mungkin tidak bisa instant From Zero to Hero, mungkin tidak banyak yang bisa kami lakukan dalam setahun ini, tetapi setidaknya kami mencoba untuk belajar menjadi masyarakat seutuhnya, menjadi pemimpin yang bermasyarakat.
Dan perjalanan ini dimulai kembali…
;;
copas dari note indonesia mengajar
Diposting oleh
garuda
di
09.03
0
komentar
Label: cerpen
Cerita ibu
Aku mulai sebuah cerita dari tulisan ini, saat aku menginjak dewasa. Ibuku mulai terbuka ceritanya Sesaat setelah aku dilahirkan:
“Ibu tersenyum, ayahmu langsung mendekat dengan wajah binar, matanya berkaca-kaca bangga. Namun kau terus menangis keras seperti tidak terima dengan lingkungan baru, dunia yang fana. Dibalik jendela, berhembus suara-suara pelan “anaknya laki-laki, seorang satria” suasana di luar ramai dengan takjim hamdalah.
Ayahmu langsung menengok ibu, dia memandangku dengan penuh haru, mungkin karena melihat perjuangan ibu, dan teringat saat nenekmu melahirkan ayahmu dulu. Semua menjadi sunyi senyap kecuali tangismu saja yang terseak-seak mendominasi suasana. jendela, dinding, pintu dan semua ruangan menyaksikannya detik-detik itu.
Tak lama dari itu ayah langsung memegangmu erat, didengarkanlah nama Tuhan dan azan di dekat telingamu. hatinya berdo’a, begitupun ibu.
Ibu masih lelah seakan tenaganya habis, ibu hanya bisa tersenyum. tak bisa lebih dari itu. Untuk sebuah ibu, perjuangan terbesarnya adalah saat melahirkan anak. Apalagi dilakukan suatu hal yang tidak biasa karena pertama kalinya dialami. Proses lelahirkan memerlukan kondisi ibu dalam keadaan fit, saat ketuban pecah. Dinisilah diperlukan proses siaga.
Ibu mengalaminya sehari namun seperti setahun merasakanya, Belum lagi ditambah resiko menjadi seperti orang-orang yang di ceritakan. Seorang ibu bisa meninggal saat melahirkan. Tapi orang-orang beranggapan bahwa setiap wanita adalah kokoh, kuat dan super. Seperti itulah yang tampak dari luar. Tapi saat itu Ibu rasakan sebaliknya, Aku penuhi dunia dengan penuh ceria.”
Kaulah surgaku nak, untuk saat ini dan selamanya…
Diposting oleh
garuda
di
09.03
0
komentar
Label: cerpen
Petuah Orang Tua
Jadilah seorang kakak sekaligus orang tua untuk adik-adikmu.
Kalau ada yang berseteru di dalam keluarga, jadilah hakim di antara keduanya. janganlah terhasut membela seseorang yang belum tahu duduk persoalannya., jangan membuat dugaan menjadi sebuah fakta.
Diposting oleh
garuda
di
09.03
0
komentar
Selasa, 18 Januari 2011
Do'a..
Semoga Alloh SWT selalu menuntunku untuk memberikan petunjuk.
Siapa yang beriman kepada Alloh SWT hatinya selalu diberi petunjuk.
Berjalanlah dengan tenang di muka bumi ini, dengan ikhlas dan rendah hati...
manusia hanya bisa mengeluh dan mengeluh..., Itulah
Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab :
“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)
Diposting oleh
garuda
di
02.22
0
komentar
Label: muhasabah...
Jumat, 14 Januari 2011
Tanah Airku "Ibu Soed"
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Diposting oleh
garuda
di
07.53
0
komentar
Kamis, 13 Januari 2011
Minggu, 09 Januari 2011
Masih Cerita Ibu...
Hampir sembilan bulan usia kandunganku.
Aku sempat menyerah dan mengeluh. Akankan tubuhku ini bisa kokoh menopang isi perutku yang selalu bergerak dan terkadang menendang-nendang,?? remuk rasanya.!! Tapi tak jauh aku berfikir, aku jalani saja. Semuanya badanku membengkak, kakiku seperti kaki gajah, jauhhh dari kata elok atau langsing seperti muda dulu.
Kali ini, Badanku merasa serba salah. Aku gak bisa lari, gak boleh jalan-jalan, tidur terus gelisah, bahkan tidurpun gak bisa terlentang. Aku hanya bisa tidur dengan posisi miring kekanan ataupun kekiri. Terkadang bahu tangnku sampai linu karena setiap hari herus menopang berat badanku. rasanya aku terpenjara oleh tubuhku sendiri.
Aku ingin mengistirahatkan terus tubuh ini, selonjorang di atas kasur dalam waktu yang lama. Dengan cara itu, mungkin disanalah aku mendapatkan kenyamanan. Namun menurut Cerita orang-orang dulu, usia hamil tua harusnya sering olahraga seperti jalan-jalan pendek supaya posisi bayi memudahkan kelahiran. Disinilah aku mulai menurut, karena aku takut terjadi apa-apa dengan bayiku.
Disampingku, ayahmu menemaniku. Sekilas, Aku sedikit menyaksikan wajah ayahmu seperti wajah kurang tidur. Tak banyak dia berbicara ketika itu hanya diam kemudian menuruti apa-apa yang ku suruh. Dia mengerti apa yang aku keluhkan, ikut merasakan. Ibu jadi serba salah,
Saat-saat itu emosi ibu menumpuk pikuk, seperti ada yang mengganjal dari hari ke hari. terpaksa unek-unek itu ibu keluarkan kepada ayahmu, hanya kepada ayahmu.!!..padahal ibupun tidak ingin melakukannya. Di suatu sisi ibu merasa lemah untuk menopang badan sendiri, disisi lain ibu tidak berdaya melawan sakit tubuh ini.
Akhirnya air mata ibu pun ikut menetes tak terasa.
Semua keinginanku, egoku, semuanya aku kesampingkan dulu.
Sangat panjang kalau semuanya ditulis dalam untaian cerita derita.
Namun tak lama sesaat kau lahir, cerita derita yang lalu semuanya seperti mimpi…
Tak berbekas, hanya indah tersisa.
di sinailah Ibu dan Ayahmu mulai bisa tersenyum,
karena mendengar teriak tangisan-mu yang sudah lama Ibu tunggu-tunggu.
suara kaulah Anakku.
Cont...
Diposting oleh
garuda
di
09.42
0
komentar
Label: Ibu. ibu. ibu
:
yang terlihat belum tentu sebenarnya...
yang tak nampak belum tentu tidak ada...
jadi...selalu berusaha positip thinkink itu penting!!!!!!!!!!!!!
Diposting oleh
garuda
di
08.45
0
komentar
Sabtu, 08 Januari 2011
Renungan..
bila waktu tlh berakhir --Opick
bagaimana kau merasa bangga
akan dunia yg sementara
bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
meninggalkan dirimu
bagaimanakah bila saatnya
waktu terhenti tak kau sadari
masikah ada jalan bagimu untuk kembali
mengulangkan masa lalu
dunia dipenuhi dengan hiasan
semua dan segala yg ada akan
kembali padaNya
bila waktu tlah memenggil
teman sejati hanyalah amal
bila waktu telah terhenti
teman sejati tingallah sepi
Diposting oleh
garuda
di
04.33
0
komentar
Label: renungan