Minggu, 04 September 2011

Cerita ramadhan

sore hari, menjelang buka puasa. aku dapat merasakan butir-butir keringat di sela-sela telingaku.
sebutir permen di lemparkan dari dalam mobil, dan wusss,.. mobil itu berlari kencang.
tanpa dia menengok apakah jalanan kosong atau penuh dengan penunggu.

aku lihat, di pinggir jalan ada tiga orang,
penunggu yang sedang gelisah hatinya sambil memegangi perut.
yaaa,.. mungkin mereka sedang lapar., mereka juga menunggu buka puasa.
tapi entah-lah, makanan apa sebagai pembukanya.?!

aku ingat mobil tadi, kencang sekali mobil itu melesat.
aku ingin mengatakan bahwa mereka tidak peduli dengan orang kecil,
tapi aku harus kuat bahwa agama mengajariku berfikiran positif.
mungkin mereka tergesa-gesa untuk buka puasa di rumah.
berkumpul dengan sanak keluarga, berbuka dengan yang manis-manis, asin, makanan ringan sampai makanan penutup.
mungkin dia anggota pemerintahan.
betulll,...betull..mereka mengejar buka puasa di rumah, mungkin baru pulang kantor.
wajar lah,..


ku hampiri tiga orang itu, dari pinggir jalan, mereka menoleh ke arah tempat makan,.. ya,. ke sebuah restoran.
mereka menoleh disetiap sela restoran, melihat orang-orang yang siap makan dari kejauhan,
ada juga yang menempel di kaca-kaca jendela.mereka hanya bermimpi makanan itu, sedikit dapat membasahi mulutnya.
semua makanan di meja itu tidak mungkin habis di makan oleh sebagian orang yang ada disana,


halah,. lucu kau,.!? bagai mana aku bisa merasakan bahwa orang bermobil itu akn peduli,.
ahh sudah lupakan saja itu,.. kau hanya terus berfikiran positif, tapi kau tidak objektif dengan kenyataan.
kau hanya bisa duduk, duduk di atas kursi kerja parlemen.
setiap hari naik dan turun dari mobil.
itu kenyataannya,..

bagaimana mereka bisa bercerita, bercengkrama ria, berbaur duduk sama rendah.
dan mereka bisa merasakan layaknya yg orang-orang pinggiran itu rasakan..
aku saja hanya bisa melihat plat nomor mobil-nya yang merahnya itu secara sekilas.
tak lebih,..!!

ahhhm,, akupun harus segera berbuka,.10 menit lagi.
sudah,. biarkan saja mereka dengan kebiasaannya,.
huuuhh,.!!! mereka akan malas kalau terus diberikan belas kasihan.
sudah...!! sudahhhh,.. tinggalkan saja mereka.

namun, setelah 2 langkah kaki. terasa bisikan kecil didalam hati,
apa yang kau lalukan..?!!
kalaukau lakukan itu, apa bedanya kamu dengan mereka.,?!

ahhh, siapa kau,..?! apakah ini nurani. kenapa aku selalu ada saat aku berontak,
terkadang fikiranku tidak sejalan denganmu,. sudahh..sudah pergi kau..!!?

yaaa betul... aku nurani.!! mau apa kau,.?
bukankah senyum mereka adalah senyum yang penuh harapan,..??
senyum yang sudah lama mereka pendam,.?!
senyum ikhlas dari dalam hati, bukan senyum semu yang aku saksikan saat ini.
kita mungkin lapar selama sebulan , tapi mereka mungkin kelaparan tiap hari.



apakah itu peringatan atau sedang menyadarkan,..??
sumpah aku tidak tahu, yang aku rasakan dari mereka
adalah, derita dalam hidupnya adalah tanda sayang Tuhan kepadanya.
Lalu aku ...!!
...
...
...
diam saja,?!!..lalu kemana saja aku selama ini,.??
aku harus segera bangun..!!

Dimana ini..??


....................................

Template by : kendhin x-template.blogspot.com