Aku tak tahu, cerita berikut benar atau tidak. Tapi cerita ini terus bergulir dikampungku di setiap generasi. turun temurun dari yang tua sampai yang muda, lepas apakah fiktif atau fakta, cerita ini menjadi perbincangan yang menghebohkan di masyarakat.
Mayoritas penduduk di kampungku adalah petani. Selebihnya: PNS, TNI, POLRI, pekebun, pedagang, peternak dan pengangguran..tapi tak penting menceritakan tentang pekerjaan mereka itu. Yang menarik dari cerita ini adalah saat petir dahsyat datang, batu besar di puncak gunung jatuh kebawah lembah dan di kembalikan lagi keatas oleh setan.
Tak ada yang bisa mengira, seperti gunung merapi meletus, heboh-nya mistis gunung ini menyisakan cerita dan sejarah.
Tapi Semuanya itu tak penting untuk seorang anak kecil, mereka terus disibukan dengan bermanin kejar-kejaran, apalagi saat pesawat terbang lewat menjadi hiburan gratis sama anak-anak itu. Berlarian mereka itu mengejar mengikuti kemana pesawat itu pergi. Yang lain mendongak ke atas dan meletakkan kedua tangan di mulut—membentuk mangkok: ”Kapal aku ikut….!!!” atau ”Kapal… minta duit….!!!” atau ”Kapal jatuhkan jajan…!!!” Orang-orang kampung memang mengatakan pesawat terbang menjadi kapal (lengkapnya kapal terbang).
Aku hanya tersenyum saat menyaksikan permintaan aneh dari anak-anak itu yang tidak bakalan terwujud. Tapi aku semakin lucu karena aku-pun pernah mengalaminya ketika kecil.
Anak-anak itu tahu, orang-orang hebat di atas sana tak akan dengar dan penuhi keinginan mereka, —sama seperti orang-orang hebat yang berkampanye kepada orang tua mereka kalau musim Pemilu datang: sekali pun tak pernah ditepati, bahkan jalan raya utama mereka tetap saja banjir kalau hujan, padahal seorang calon wakil rakyat pernah berjanji akan membenahi kalau terpilih nanti.
Terlebih orang-orang jauh di sana sekarang sedang panik: panik dg tempat tinggalnya, kebun-nya, hewan ternak peliharaannya, ataupun jam tidur mereka itu. Karena sesekali letusan gunung keluar dan TOA-pun dari BADAN SAR di bunyikan kencang.. "Lariii...!!!," "Berlindungg...!!!", "Mengungssi..!!"
Tangis-pun terdengar di mana-mana: anak kecil, orang dewasa sampai ibu-ibu.
Heiii dengarlah tangisan ini orang-orang di atas sana..!!
Rehat Sejenak mengurusi Gedung baru DPR mu itu..!!
Rehatlah sejenak Studi Banding Etika-mu ke Yunani itu…!!
Apakah kalian sibuk saat-saat mendekati pemilu...!!


0 komentar:
Posting Komentar