Kamis, 02 Desember 2010

Ibu... banyak dosa ku kepada-MU


Manis sekali kenangan masa itu, saat ibunda pertama kali mengantar aku kesekolah. jalanan becek berlumpur hitam menghalangi setiap pagi, aku di gendongnya. akupun diam tak berkutik melihat perjuangannya.


sedikit aku melihat paras wajahnya dari belakang. aku tahu maksud ibunda, beliau tidak terima kalau sepatuku kotor, apalagi pas pertama kali aku masuk sekolah.

jalanan kesekolah di apit oleh sawah yang kalau terkena hujan akan becek. berlumpur sudah biasa, tapi tak biasa kalau lumur itu mengotori sepatu baru dan di hari pertama berkumpul di sekolah.

hati ibu mana yang tega, kalau sepatuku kotor dan mendapat ejekan dari teman. maka beliau rela menggendongku dengan jauh.

aku tahu ibuku tidak terima kalau hanya sepatuku yang kotor sedangkan sepatu teman-teman lainnya bersih, baru dan rapi. beliau ingin memperlihatkan bahwa anaknya sama seperti lainnya. setidaknya dalam hal kebersihan.

tanpa beliau suruhpun, aku bisa mempelajari arti sebuah perjuangan

dengan tingkah laku,

dengan kepribadian,

dengan contoh yang nyata.


tak omong belaka.
..


aku teringat kata ibu., "Dulu, ketika aku menikah, tidak pernah berpikir punya anak seperti apa, gimana jaganya, biayainya sekolah hingga lulus kuliah nanti... tapi kujalankan saja.

Ketika melahirkan dirimu, hampir diriku menyerah. namun bapakmu menyemangatiku di sampingku dengan setia walaupun aku sudah tidak berdaya, dan ketika itu aku ikhlaskan seluruh jiwaku untuk pergi lebih dulu.

hanya untuk meilhat dirimu lahir.

cont...

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com