Selasa, 03 Agustus 2010

Menjelang Ramadhan

ku lihat muka ibuku di belakang jendela berkaca transparan.,beliau sedang duduk di atas kursi kecil, ku perhatikan mukanya semakin kriput dan menua.
hatiku semakin iba..

duluya, muka beliau paling cantik dan halus. tepat seperti yang diceritakan ayah, secara perlahan muka itu hanya tersirat seperti muka ketabahan. . semua itu akibat kelelahan mengurusku yang tak kunjung-kunjung berbalas budi.
"woiii, mau sampai kapan..!!
"cepat kacalah pada dirimu sendiri...!!"

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com