Sabtu, 19 Juni 2010

"PETAKA KAMAR MANDI"

Siapa yang tidak kenal anak-anak kost pak entang 31 terutama oleh anak-anak PGA. Tempat akses jaringan antara gang pak EDO dengan jaringan PGA ada di kosan ini. penghuninya Laki –laki semua karena ibu kost kami tidak menyetujui kost-an campur (pria dan wanita)… “ibu-mah tidak memperbolehkan..!!”. cetusnya kekeuh. Kami meng-iya-kan.

ibu kost kami sangat baik. baginya kami adalah keluarga, tidak di pandang sebagai anak kost. Sehingga untuk pengaturan kost-an dipercayakan kepada penghuninya “kami”. Kedekatan kami dengan ibu kost seperti ibu dan anak kandung, ibu selalu memperhatikan kami terutama dari segi kebersihan tempat. wajahnya selalu di penuhi was-was tak kala ada satu orang teman kami yang sakit walaupun hanya demam biasa. Yaa…begitulah mungkin perasaan seorang ibu terhadap anaknya. Dan sebaliknya Kamipun memandang beliau sebagai ibu kami sendiri untuk selamanya, bukan sebagai ibu kost.
Mungkin kata ”kost” di belakang “ibu kost”. Pantas kami SHIFT DELETE ENTER. Sehingga tersisa satu kata yaitu “IBU”.

Kostan kami berjumlah 8 orang, kost kami berada di lantai dua berupa kamar-kamar. Kali ini kami sedang mengantri di depan kamar mandi pada jam 5.30-6.45.. selalu pada jam itu, Gak ada yang mau mandi terlebih dahulu. Kecuali mang epul (Agung saefulloh) yang sebelum azan subuh sudah rapih berbaju muslim siap ke mesjid. Selebihnya bangun pagi, sholat subuh (tanpa mandi) daaannn.. tidur lagi.
Buat kami yang sering bangun pagi. Mandi pagi seperti memaksakan untuk melewatkan nikmat pagi.. sisa tidur adalah waktu yang paling nyaman..!! kami tidak sampai hati meninggalkan kasur dan bantal pada jam-jam itu. padahal prinsif itu selalu bertentangan dengan petuah pak ustad di ceramah-ceramah pagi. “Kebiasaan yang buruk..!!”, tapi petuah itu terpasa kami khianati.

Seperti biasa obes bangun kesiangan, diikuti widi hidayat (“kemin”-panggilan anak kost) yang terakhir. Walaupun kebagian terakhir, kemin selalu tenang karena dia sudah terbiasa mandi cepat layaknya mandi ular, mandinya cukup 5 menit. Baginya, kebagian jadwal mandi cloter terakhir tidaklah masalah, masih cukup waktu untuk datang tepat kekampus. Sedangkan Tiga orang berikutnya (termasuk aku) sudah duluan mengantri berjejeran di depan kamar mandi berselendang anduk dan membawa gayung sabun menunggu giliran seperti antrian orang memohon sembako. beginilah derita anak kost banyak yang memiliki kamar mandi satu.

"hari ini pak porman ngajar, aku harus mandi duluan..!!!” obes Minta kebijaksanaan kepada kami dengan muka melasnya”. Pak porman merupakan dosen yang paling disiplin, “ telat= neraka”. semua khalayak tidak setuju. kami sudah menunggu cukup lama mengantri, seenaknya aja ada orang yang menyelonong dan membuat kesal kami. Dan yang membuat kami tidak memberi kesempatan karena obes tidak kali ini saja membuat kami tidak nyaman. hampir tiap hari.!! Kamar mandi itu layaknya kamar mandi sendiri, Masuk dan keluar se’enak hatinya tanpa ada giliran padahal kami sama-sama membayarnya. Susah mengahadapi Tipikal orang yang keras kepala dan tidak memiliki hati.

Namun, Kali ini Kami sudah sepakat akan membuat pelajaran terhadap obes, setidaknya dia bisa berfikir. orang Beraliran keras…!!!”.cetus Alen valensky sang pemimpin scenario.

“aku mandi duluan yaa”. “untuk hari ini, bagiku telat adalah petaka”. obes memohon.

Merasa tersinggung, Alen berdiri dari duduknya dan segera mendekati obes. Dia menghadapkan mukanya kehadapan obes sambil berkata.

“Aku berikan jatah kamar mandiku untuk mu,.??!!”.

“Tidak suddiii…!!”

“Salah sendiri kenapa bangun telat, sejak kapan orang terlambat mendapatkan tempat terlebih dahulu.!?".

"nnngggantri..!!

obes hanya terdiam. Dia sadar sekarang di posisi terjepit karena kali ini kami tidak mendukungnya walaupun dari gurat mukanya mengisyaratkan tidak terima. baru kali ini dia mengalah. mungkin dia sedang berfikir merancang rencana yang jitu, tapi yang jelas hatinya masih berontak.

Alen langsung beranjak menuju kamar mandi. “perlu di kasih pelajaran”. Cetusnya kepada kami sambil membelakangi obes. Dia sudah geram dengan obes yang selalu terlambat bangun pagi namun selalu ingin menyerobot kamar mandi pertama kali.

Kami tahu obes mandinya sangat lama, cukup untuk mendengarkan satu buah lagu bahkan lebih. dan hampir semua orang di kosat-an kami mandi sambil bernyanyi. Ntah datangnya dari mana, kamar mandi seolah di sulap menjadi studio, Dan disini kami bisa menyimpulkan “Jiwa seniman bisa muncul di dalam kamar mandi “. Walaupun banyak petuah yang melarangnya “pamali”-kata orang sunda.

Akhirnya obes selesai mandinya, kami sudah siap-siap berangkat berpakaian seragam, tinggal memakai sepatu. Kecuali si rangga febri masih di kamar karena agak lama dandannya seperti cewek ”Lama dan detail”.

obes keluar dari kamar mandi bersiul, dia menjulurkan muka pamer tepat kehadapan kemin. handuknya di gosok-gosokan kesisi rambutnya mengeringkan.

“Monggoooo”. obes mempersilakan kemin masuk ke kamar mandi dengan jempol tangannya dengan sopan.

Kemin-pun tanpa memperpanjang tempo langsung masuk ke kamar mandi. Dia perlu mandi cepat karena hari itu adalah pelajaran probstat pak suwono, dosen terdisiplin dan tidak memberikan ampun terhadap mahasiswa-mahasiswa telat. Masuklah kemin ke kamar mandi itu. tak lama berselang, timbulah petaka kepada kemin saat dikamar mandi, teriakan keras terdengar dari kamar mandi itu.

“anak biadabbbb..!!!, parahhhhhhhhhhhhhhhh.!!”.

“tidak kau sisakan sedikitpun air walaupun sebatas membilas muka”. kemin marah, mukanya memerah. Handuk yang diselendangkan dilehernya dilemparkan ke kepala obes.

“iiinniii…rasakan makhluk sadis..!!!”.. kampretttt loo”

obes hanya cengingikan tertawa, sambil berjalan ke kamar kost layaknya kalkun berjingkrak. Dia tidak menoleh sedikitpun ke hadapan kemin, baginya urusan sudah selesai dan kerberuntungan mendapatkan air masih memihaknya.. setidaknya untuk pagi ini, pagi berikutnya harus berkompetisi lagi.

Sedangkan kami yang menyaksikan mereka, tidak bisa menahan tawa terutama meilhat paniknya si kemin di kamar mandi, kami berguling-guling tertawa melihat dua makhluk aneh itu. perut kami terasa sangat keram.

“Besok aku pindah kost…!!!” . cetus kemin ngambek.

“klo gini caranya tiap pagi aku tidak kebagian air.!!!”

“sssssssssammplllloooookkkkkkk” !!!.

Itulah sekilas ceritra dua makhluk aneh “beraliran keras” yang kami temui di kost pak Entang 31 PGA Bandung Selatan.

Tapi Walaupun begitu, pembentukan solideritas kostan kami justru terasa kental saat seperti itu. bertengkar hebat, saling tuding dan memojokan akan tetapi tidak pernah memutuskan tali perpisahan. Karena bagi kami (penghuni kost pak entang 31) sudah berikrar akan menjunjung tinggi “ KEAKRABAN, kKEBERSAMAAN dan TIDAK SALING DENDAM”.


Ini hanya Ceritra lelucon hiperbolik. ”fiktif belaka” klo ada kesamaan lokasi dan tokoh itu hal yang di SENGAJA.

Create by : Agus kushendra / 19 juni 2010 – pukul 22.00 WIB

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com